Monday, 17 October 2016

Konferensi Nasional Riset Manajemen - Lombok 20-23 September 2016

HALOOO!! udah lama gak update nih hahahahahaha *lap-lap debu*

Akhir bulan September kemarin aku akhirnya mendapat salah satu kesempatan terbesar dalam hidup, jurnal aku lolos masuk ke Konferensi Nasional Riset Manajemen yang diselenggarakan di Lombok tanggal 20-23 September 2016
KONFERENSI NASIONAL MAMEN.... NASIONAL! dan jurnal aku salah satu yang dianggap cukup layak untuk presentasi pada konferensi tersebut *brb gegulingan*

Setelah berminggu-minggu mules dan deg-degan, akhirnya tiba pula pada minggu dimana serangkaian acara Konferensi dilakukan. Aku berangkat pada tanggal 19, berbekal dengan doa dari orangtua. Alhamdulillah selamat sampai tujuan dan bisa mengikuti acara hingga selesai.

Rangkaian acaranya berlangsung selama tiga hari, dua hari konferensi dan satu hari field trip.
Pesertanya kira-kira sekitar 100 orang lebih, dari berbagai Universitas dan Instansi dari seluruh Indonesia, dan dari berbagai peminatan yang berbeda. Alhamdulillah berarti masih banyak orang-orang yang bersemangat melakukan riset demi kemajuan ilmu pengetahuan di Indonesia.. MERDEKA!





Pemakalah dari PPM Manajemen dan jajaran panitia yang begitu luar biasa






Seluruh peserta Konferensi Nasional Riset Manajemen X Lombok



Selama Konferensi, dibagi kelas-kelas berdasarkan peminatan, namun peserta boleh bebas masuk jika memang tertarik dengan topik-topik yang sedang dipresentasikan pada kelas tersebut.

Sepanjang acara, aku melihat adanya antusias yang sangat tinggi dari seluruh peserta. Hampir semua sesi presentasi selalu ada orang yang bertanya atau memberikan masukan.
Pesertanya ramah-ramah, panitianya pun sangat sigap jika peserta memiliki pertanyaan ataupun keluhan mengenai jalannya acara.

Saat fieldtrip, kita mengunjungi pusat tembikar (gerabah) dan juga Desa Sade tempat Suku Sasak tinggal. Peserta diajak melihat proses pembuatan tembikar dan proses pembuatan kain tenun khas Lombok. 

Buat aku pribadi, perjalanan ini memberikan pengalaman dan pembelajaran yang begitu besar. Aku belajar bagaimana harus presentasi di depan orang banyak dalam situasi konferensi. Aku juga mendapat banyak masukan mengenai penelitian aku, yang ternyata bisa dikembangkan lebih dalam lagi. Aku juga dapat banyak kenalan yang begitu antusias dalam meneliti, dan menambah #pertemananpositif dalam hidup wkwkw

Harapannya sih, semoga bisa selalu diadakan, karena bisa menjadi dorongan bagi para peneliti untuk berlomba membuat riset dan mendaftarkannya ke Konferensi ini, sehingga ilmu pengetahuan Indonesia pun selalu berkembang. Konferensi ini juga menjadi ajang networking, karena peserta dari berbagai Instansi dan Universitas berkumpul dan saling mengenal.
Harapan lainnya adalah Konferensi ini diadakan ditempat-tempat wisata Indonesia lain yang masih jarang di "jamah" oleh wisatawan, sehingga dapat sekaligus menjadi ajang pengenalan lokasi wisata eksotis Indonesia




ceritanya lagi presentasi. 
Sampe sekarang pun masih gak nyangka bisa presentasi di konferensi


Sunday, 8 May 2016


Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya

(Al-Baqarah : 286) 

Wednesday, 23 December 2015

Clean

Maybe you lost someone you never expected you would lose. Maybe you lost yourself. That’s even worse. When you have bad days that just won’t let up, I just hope that you will look in the mirror and remind yourself of what you are and what you are not.
You are not your mistakes.
You are not damaged goods or money from your failed explorations.
You are not the opinion of someone who doesn’t know you.
You are a product of the lessons that you’ve learned.
You are wiser because you went through something terrible.
And you are the person who survived a bunch of rainstorms and kept walking.
I now believe that pain makes you stronger. And now I believe that walking through a lot of rainstorms gets you… Clean.


– Taylor Swift, The 1989 World Tour in Tokyo, Japan.

Tuesday, 28 April 2015

(not) random quotes




“Pain, you just have to ride it out, 
hope it goes away on its own, 
hope the wound that caused it heals. 
There are no solutions, 
no easy answers, 
you just breath deep and wait for it to subside. 
Most of the time pain can be managed 
but sometimes the pain gets you where you least expect it. 
Hits way below the belt and doesn't let up. 
Pain, you just have to fight through, 
because the truth is you can’t outrun it and life always makes more.”

Meredith Grey 

Saturday, 1 November 2014

kelakuan masa muda

nemu beginian pas lagi iseng gugling gugling

Gombal dan Galau ala Psikologi 2008

gak paham lagi kenapa dulu bisa sebocor ini otaknya haha

semoga menghibur kalian semua,

dan semoga suatu hari nanti, lembar riwayat hidup benar-benar memiliki kolom berapa lama sayang kamu, 
dan test baum diperbolehkan menggambar pohon keluarga dengan kamu sebagai kepala keluarganya #eaa


yaa, asal kamu gak nebar stimulus ke semua wanita #plak


be nice, be good, and stay alive gais :*

Sunday, 19 October 2014

semoga kamu masih sempat membacanya :)

Ijinkan aku menjelaskan, 
semoga kamu mengerti mengapa melepaskanmu tidak semudah mengijinkan hatiku jatuh dan berpasrah pada takdir tentang perasaan yang kian hari kian tinggi mengangkasa.

Melepaskanmu artinya merelakan perempuan lain bersandar di dada bidangmu, mendengarkan degup jantungmu yang makin cepat saat pelukan makin erat kulingkarkan.

Melepaskanmu artinya menghapus mimpi-mimpiku yang diawali dengan kata 'kita'.
Lantas bagaimana kabar pekarangan rumah impian kita yang akan ditumbuhi bunga warna-warni kesukaanku? Atau daftar negara yang harusnya kita kunjungi bersama?

Melepaskanmu artinya mengubah doaku setiap malam, membiarkan Tuhan menjagamu dengan caraNya, membiarkan aku dan kamu bahagia meskipun tak bersama.

Melepaskanmu artinya membiarkan perempuan lain menjadi alasan senyum dan tawamu. Tidak lagi mengharapkan kamu datang menjenguk saat tamu bulananku terasa menyakitkan.

Melepaskanmu artinya berhenti melangkah dan menerima saja apa yang ditakdirkan semesta untukku, berhenti menangis dan membiarkan semua air mata yang terlanjur tumpah menyatu dengan tanah.

Melepaskanmu artinya belajar berbesar hati, menerima keadaan dan mulai membuat rencana-rencana baru. Berhati-hati agak tidak lagi dilukai, menyusun hati yang patah, melengkungkan senyum meskipun terasa sakit pada awalnya.

Melepaskanmu, tidak semudah yang dikatakan orang-orang terdekatku.

Tuesday, 24 June 2014

rise and fall

assalamualaikummmmm
udah lama banget yes sejak terakhir ngepost
*bersihin sarang laba-laba*
ada begitu banyak kejadian yang gue lewati dalam rangka mengejar gelar magister gue.

setengah tahun ini gue belajar begitu banyak.
baik dari bagaimana caranya menghitung value dari uang, pendekatan yang paling tepat untuk memasarkan produk dan jasa, bagaimana prosesnya suatu barang dari raw hingga bisa menjadi produk yang bisa dipakai oleh penggunanya, dan pastinya bagaimana sistem HR yang baik pada suatu perusahaan.
gue juga diberi kesempatan mengembangkan diri gue, mulai dari diberi Buddy yang begitu baik dan perhatian, teman mentoring yang sangat suportif, mentor-mentor yang baik dan sangat mengapresiasi sekecil apapun perubahan dari mentee-mentee nya. gak pernah ada satupun yang menertawakan kegagapan gue dalam presentasi, baik teknik maupun pembuatan slide.
awal tahun juga gue diberi kesempatan untuk outbound, dan menemukan batas kekuatan gue. ternyata gue mampu berjuang sejauh itu, dan yang akhirnya menghalangi gue untuk terus maju adalah diri gue dan ketakutan ketakutan gue.
dari program kuliah gue, gue diberi kesempatan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan bantuan. dari program tersebut gue menyadari ternyata hal yang kita anggap kecil bisa begitu berarti bagi mereka. bahwa tidak ada yang namanya terlalu kecil, terlalu sibuk, atau terlalu sulit dalam membantu. jika kita mau membantu, seharusnya semua alasan itu bukan menjadi penghalang.

tapi namanya hidup gak semuanya berjalan dengan baik. ada kegagalan kegagalan yang cukup menyesakan yang gue alami
mulai dari gagal mengikuti kompetisi manajemen di UI, yang hanya karena masalah administrasi.
penentuan pemilihan elektif SDM-pun awalnya gue ambil dengan berat hati, karena bokap sangat tidak menyetujui gue masuk elektif operasi dan produksi, yang menurutnya terlalu berat untuk perempuan, padahal gue begitu menyukai mata kuliah tersebut.
menjadi satu-satunya anggota kelompok yang tidak lulus di salah satu mata kuliah paling penting adalah kegagalan yang paling menyesakkan buat gue. bukan masalah tidak lulusnya, tapi alasan yang membuat gue tidak lulus. ketidaktelitian gue ketika mengerjakan paper, dan ketidakberanian gue menjawab ujian disaat gue bisa menjawab.

yaa... yang namanya jatuh pasti ada momen bangunnya
dari kegagalan ikut MJM, gue jadi lebih hati-hati dalam melihat ketentuan administrasi
dari kegagalan masuk elektif operasi dan produksi, gue belajar bahwa memang benar apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik untuk kita. setelah gue jalani elektif SDM, gue bersyukur gue memilih masuk elektif tersebut, karena gue tidak perlu berusaha sesulit teman teman gue yang harus belajar dari nol. latar belakang gue sangat membantu gue memahami pola pikir dan pendekatan pendekatan sdm.
dari kegagalan lulus membuat gue belajar lebih dalam mengenai mata kuliah tersebut, dan membuat gue semakin menyadari bahwa diri gue sendiri lah musuh utama yang harus gue kalahkan pertama kali jika gue mau berkembang

gue harus mampu mengalahkan ketidakberanian gue mencoba hal yang baru, mengutarakan pendapat, menyelesaikan masalah, dan mengatakan tidak ketika gue harus mengatakan tidak. 
gue juga harus mulai bisa mengatur waktu dengan baik, dan mengelola hidup gue agar lebih bermanfaat minimal untuk diri gue sendiri di masa yang akan datang, supaya gak ada lagi kegagalan yang tidak perlu, yang sesungguhnya tidak perlu terjadi.

ya, seperti yang guru konseling di tempat les gue pernah bilang,
untuk mendaki puncak yang lebih tinggi harus menuruni lembah terlebih dahulu.
setengah tahun ini memberikan pelajaran yang sangat banyak, dan semoga setengah tahun sisanya dapat gue lalui dengan baik, sampai gue dapat meraih gelar magister gue :)

be nice, be good, and stay alive :)

Monday, 27 January 2014

tamat.

semua cerita butuh penutup.
baik cerita yang manis, bahagia, dan memberikan kenangan yang indah,
maupun cerita yang penuh luka dan air mata.
pada akhirnya, kisah itu harus ada akhirnya. sebahagia apapun, semenyakitkan apapun, akan ada halaman terakhir.

tidak mudah menemukan penutup untuk kisah yang telah kita alami
kisah yang memberikan memori indah, pasti berat untuk diikhlaskan. sebagian besar hati rasanya ingin kembali ke masa itu, masa dimana rasanya dunia milik berdua, rasanya jalanan dipenuhi bunga bunga bermekaran... rasanya setiap napas mengandung kebahagiaan tanpa akhir.

kisah yang meninggalkan luka pada hati pun tidak kalah sulit dilupakan. banyak tanya yang masih menggantung 
mengapa hidup saya harus seperti ini? mengapa saya tidak bisa menjadi seperti itu? mengapa waktu itu saya tidak memilih jalan lain, sehingga tidak perlu terjebak seperti ini?
mengapa saya tidak bertahan pada jalur impian saya? mengapa saya begitu terlempar jauh dari impian saya?
mengapa? mengapa? mengapa?
pertanyaan yang tidak ada habisnya, yang tidak akan ada jawabannya


kadang kesadaran untuk menutup cerita tersebut muncul dengan sendirinya, entah karena akhirnya sadar bahwa yang dilakukan adalah sia-sia, karena semua memang sudah harus berakhir, karena memang hidup kita harus berjalan pada jalur yang seperti ini
atau mungkin sebenarnya jauh dilubuk hati kita sadar, memang sudah tidak ada yang bisa dilakukan, namun kita saja yang masih terlalu enggan untuk mencerna makna "tamat" yang tertera dengan sangat jelas pada halaman terakhir kisah yang masih kita genggam erat tersebut

kadang kita harus memaksa diri untuk melihat, bahwa kisah itu sudah berakhir
bahwa dihadapan kita ada buku baru, yang siap dibuka

bagaimana kita bisa tahu kisah seperti apa yang ada di buku baru tersebut, kalau kita masih sibuk menatap buku yang sudah mulai ditutupi debu?

apakah kita sudah yakin bahwa buku baru ini tidak memberikan kisah yang jauh lebih manis dari kisah manis yang pernah kita rasakan?
apakah kita sudah terlanjur penuh luka, sehingga menutup mata, dan tidak mau mencari tahu apakah di buku baru tersebut ada perban yang bisa membantu menyembuhkan luka kita pelan pelan?
hanya karena sehelai ujung kertas pernah melukai, bukan berarti seluruh buku didunia ini akan memberikan luka pada jari kita bukan?

kisah yang baik tentunya kisah yang memiliki penutup, dan mampu membuat pembacanya tidak sabar mencari buku baru untuk dibaca, atau bahkan ditulis sendiri akhir ceritanya :)


kisah ini dibuat karena penulis sedang berusaha menerima kenyataan bahwa psikolog klinis bukan merupakan satu dari profesi yang akan dijalani penulis dimasa depan :")

Sunday, 1 December 2013

2013

tiga puluh hari menuju berakhirnya tahun super menakjubkan, dan gue masih belum bisa berhenti bersyukur atas apa yang telah terjadi sepanjang tahun ini.

diawali dengan seminar judul *yang gak terlalu lancar* di bulan Januari, lalu pontang panting cari dan bikin alat ukur, terutama Big Five Inventory, di bulan Februari, abis itu ambil data di bulan Maret, yang berujung pada kegalauan analisis yang tak kunjung gue pahami hingga akhirnya gue meminta bantuan Hastanti dan Rendra di bulan April, dan membuat gue bisa maju forum dipenghujung April. kegalauan semakin menumpuk karena dosbim tak kunjung memberi kepastian kapan gue bisa sidang, hingga akhirnya setelah teror yang dilancarkan oleh Arrundina dan gue *yang mengejar Ujian S2*, akhir Mei gue pun sidang, dan resmi menyandang gelar S,Psi dibelakang nama gue.

bulan Juni, nambah ekor satu lagi di kepala dua gue, tapi kerjaan belom juga ngekor. berapa kali nyoba apply, gak ada balesan yang menggembirakan. cita cita melanjutkan pendidikan hingga menjadi Kartika Yuniarti, Psi di UI pun gagal karena SKL yang terlambat diurus. setelah solat istikharah, akhirnya gue nyoba tes di PPM manajemen, dan alhamdulillah diterima. bulan Juni pun gue akhirnya jumpa kangen dengan Diandra Masterani si anak hilang yang akhirnya pulang *untuk memperpanjang visanya*. gelar pengangguranpun masih gue sandang sampai bulan Juli, dimana gue bekerja di Suzuki Motor sebagai HRD, dan dibulan yang sama GUE DIBERI KESEMPATAN NONTON LIVERPOOL LANGSUNG DI GBK. BRO YA ALLAH YA GUSTI ITU PENGALAMAN PALING HITS TAHUN INI. bulan Agustus gue wisuda, dan masih menyandang status pegawai HRD yang sering merangkap menjadi kasir di Suzuki Motor. 

bulan September, gue resign dari kerjaan dan mengganti status gue menjadi Mahasiswa *lagi*. sepanjang bulan September, Oktober, hingga November gue bergulat dengan Akuntansi dan Statistika. ditengah November, gue move on ke Minaut, dan belajar bagaimana mencari sebab dari suatu masalah secara sistematis. mulai dari November pun gue juga mulai belajar Ekonomi Manajerial, dan beberapa mata kuliah yang menjadi dasar dari jurusan yang akan gue pilih nanti.

dan sekarang, memasuki bulan Desember 2013, gue menyadari betapa cepatnya waktu berlalu, tapi betapa banyaknya hal yang sudsah gue lalui.
gue sudah enam bulan menjalani hubungan jarak jauh dengan Mifta, dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada gangguan yang berarti
gue juga sudah enam bulan menyandang gelar Sarjana Psikologi, dan sudah tiga bulan mencoba meraih gelar gue yang baru, yaitu Magister Manajemen. masih tersisa tiga belas bulan lagi sampai gue mendapatkan gelar tersebut

gue gak pernah menyangka, gue akan begitu merindukan ilmu psikologi. setiap kali gue membaca kata "kepribadian", "persepsi", "motivasi", rasanya seperti menemukan kepingan puzzle yang hilang. begitu melegakan hati
gue juga gak pernah menyangka, ilmu organisasi dan industri yang begitu gue pandang sebelah mata kini merupakan bidang yang akan gue pelajari, dan gue geluti, mungkin sampai gue tua nanti
dan gue juga sangat tidak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh bisa begitu menyenangkan. jarak kini tidak terasa sejahat dulu, entah apa yang merubahnya

masih tersisa tiga puluh hari yang harus gue lewati, dan gue sangat tidak sabar melewati hari hari terakhir tahun 2013, dan menanti kejadian apa lagi yang telah disiapkan untuk gue lalui :)

well, semoga tahun ini merupakan tahun yang menyenangkan untuk kalian, dan semoga tahun depan merupaka tahun yang memberikan kejutan menyenangkan untuk kita semua 

stay alive, and see you later :)

Wednesday, 30 October 2013

jika istrimu seorang psikolog

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai istrimu, satu hal yang pertama kali ingin aku sampaikan. Satu hal yang aku ingin agar kamu tahu, paham, dan selalu ingat. Bahwa aku, tidak bisa membaca pikiranmu. Aku bisa memahamimu hanya jika kamu menunjukkan kepadaku apa yang harus aku pahami. Kita berdua dahulunya orang yang saling tidak mengenal bukan? Jika suatu hari aku belum paham tentang jalan pikiranmu, perasaanmu, persepsimu terhadap sesuatu, keinginanmu. Tolong bersabar, pemahaman butuh waktu. Jika kau bersabar, aku akan setia belajar.
Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai isterimu, satu hal yang aku minta kepadamu. Support, dukungan, motivasi, sudut pandang positif, afeksi. Apapun itu istilahnya. Yang aku inginkan bahwa kamu paham, aku juga manusia biasa yang kadang lemah, kadang murung,  bad mood, down, kecewa, putus asa, kadang bisa kesal dan marah. Dan jika itu terjadi, aku ingin kau selalu hadir disisiku. Nyata ataupun maya. Membantu memperbaiki moodku, meluruskan niatku, memotivasi jiwaku, meredakan amarahku, menerangi kebingunganku. Sekecil apapun itu, aku akan sangat berterima kasih.
Jika suatu hari nanti kamu menemukanku sebagai isterimu, jangan pernah mengatakan ‘kamu kan psikolog!, harusnya…. Aku tahu tentang perkembangan manusia, perkembangan yang berakibat baik dan buruk. Jika perkembangan itu dimulai dari masa dewasa, masa ketika aku kuliah Psikologi. Maka aku yakin aku bisa menjadi manusia yang sempurna untukmu. Tetapi sayang, perkembangan manusia itu dimulai dari sejak kita bayi. Tentu aku mengalami masa-masa buruk, masa-masa yang tidak terlalu mendukung perkembanganku. Masa-masa yang kadang traumatis dan menyedihkan. Masa-masa yang menyisakan unfinished business  dan memberi bekas padaku hingga saat ini. Jangan pernah katakan ya?
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu. Maukah kau mendengarkan konsep-konsep kehidupan berumah tangga yang aku pelajari dan aku pahami? Mendengarkan saja dulu. Tentang komunikasi yang akan kita terapkan, tentang fungsi dan peran masing-masing diri dalam rumah tangga, tentang aturan-aturan yang harus kita jaga dan patuhi. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita mengkonsep dalam mendidik anak. Tentu aku punya pertimbangan secara psikologis dalam semua hal itu. Untuk itu aku membutuhkanmu untuk mendengarkan. Karena aku paham, yang menjalani rumah tangga ini bukan aku, tapi kita. Pun ketika kamu memiliki konsep konsep yang lain, aku sangat mau untuk mendengarkannya.
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu nanti. Tolong jangan terganggu dengan orang-orang yang senang curhat kepadaku. Mereka yang menelpon tengah malam, yang tiba-tiba datang kerumah. Diantara mereka ada yang mungkin klien yang  tidak aku kenal. Namun, diantara mereka mungkin juga teman-temanku sendiri. Diantara mereka, ada yang perempuan juga ada laki-laki. Untuk kau tahu, jika dalam dunia psikologi ada kode etik yang tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan masalah klien, tetapi jika klien itu teman sendiri? Atau teman sendiri yang tidak mendaftar resmi sebagai klien tetapi meminta nasihat sebagai teman yang kebetulan psikolog?  Maka tolong bersabar, jangan terganggu. Aku ingin kamu selalu ada disitu, untuk selalu mengingatkanku.
Jika suatu hari kamu menemukanku sebagai isterimu. Bolehkah aku tinggal dirumah saja? Mendirikan biro konsultasi dengan klien yang sangat terbatas sebagai janji profesiku, karena Aku ingin selalu hadir dalam setiap perkembangan anak-anak kita. Aku ingin selalu ikut campur dalam mengajari moral, emosi, sosial dan intelektual.  Bolehkah aku menjadi guru utama anak-anak kita? Maksudku, mungkin ini sedikit ekstrim. Bolehkan anak-anak kita sekolah di rumah saja? Bersamaku? Jika nanti anak-anak kita berontak dan ingin bersekolah bersama teman-temannya, bisa kita pertimbangkan bukan untuk menyerahkan seluruh perkembangan anak ke lembaga sekolah, tapi hanya untuk perkembangan sosial saja. Aku tidak terlalu berhasrat memiliki anak brilian. Sorry for that. Aku sangat berhasrat agar anak kita memiliki kematangan emosi dan pertimbangan moral yang baik. Aku sudah mempelajari caranya, itu bisa dilatih. Tentu dengan dukungan dan restumu. Jika nanti anak kita tumbuh brilian, itu adalah bonus dari Allah.
Jika kamu menemukanku sebagai isterimu, ketika kita memiliki anak-anak kecil dan remaja, bolehkan kita tinggal di pinggir kota saja? Tidak masalah tinggal di tempat seperti apa. Kota, bagiku tidak baik untuk perkembangan sosial anak kita.
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu, aku ingin kita selalu memiliki waktu, untuk saling memeluk dan diam untuk beberapa saat. Agar aku selalu merasakan keberadaanmu, kaupun selalu merasakan keberadaanku. Dan merasakan detak jantung kita menjadi satu.
——————————————————————————————————
Submitted :
Psikologi - Unversitas Gadjah Mada
diambil dari tumblr Shofa Dzakiah