Sunday, 1 December 2013

2013

tiga puluh hari menuju berakhirnya tahun super menakjubkan, dan gue masih belum bisa berhenti bersyukur atas apa yang telah terjadi sepanjang tahun ini.

diawali dengan seminar judul *yang gak terlalu lancar* di bulan Januari, lalu pontang panting cari dan bikin alat ukur, terutama Big Five Inventory, di bulan Februari, abis itu ambil data di bulan Maret, yang berujung pada kegalauan analisis yang tak kunjung gue pahami hingga akhirnya gue meminta bantuan Hastanti dan Rendra di bulan April, dan membuat gue bisa maju forum dipenghujung April. kegalauan semakin menumpuk karena dosbim tak kunjung memberi kepastian kapan gue bisa sidang, hingga akhirnya setelah teror yang dilancarkan oleh Arrundina dan gue *yang mengejar Ujian S2*, akhir Mei gue pun sidang, dan resmi menyandang gelar S,Psi dibelakang nama gue.

bulan Juni, nambah ekor satu lagi di kepala dua gue, tapi kerjaan belom juga ngekor. berapa kali nyoba apply, gak ada balesan yang menggembirakan. cita cita melanjutkan pendidikan hingga menjadi Kartika Yuniarti, Psi di UI pun gagal karena SKL yang terlambat diurus. setelah solat istikharah, akhirnya gue nyoba tes di PPM manajemen, dan alhamdulillah diterima. bulan Juni pun gue akhirnya jumpa kangen dengan Diandra Masterani si anak hilang yang akhirnya pulang *untuk memperpanjang visanya*. gelar pengangguranpun masih gue sandang sampai bulan Juli, dimana gue bekerja di Suzuki Motor sebagai HRD, dan dibulan yang sama GUE DIBERI KESEMPATAN NONTON LIVERPOOL LANGSUNG DI GBK. BRO YA ALLAH YA GUSTI ITU PENGALAMAN PALING HITS TAHUN INI. bulan Agustus gue wisuda, dan masih menyandang status pegawai HRD yang sering merangkap menjadi kasir di Suzuki Motor. 

bulan September, gue resign dari kerjaan dan mengganti status gue menjadi Mahasiswa *lagi*. sepanjang bulan September, Oktober, hingga November gue bergulat dengan Akuntansi dan Statistika. ditengah November, gue move on ke Minaut, dan belajar bagaimana mencari sebab dari suatu masalah secara sistematis. mulai dari November pun gue juga mulai belajar Ekonomi Manajerial, dan beberapa mata kuliah yang menjadi dasar dari jurusan yang akan gue pilih nanti.

dan sekarang, memasuki bulan Desember 2013, gue menyadari betapa cepatnya waktu berlalu, tapi betapa banyaknya hal yang sudsah gue lalui.
gue sudah enam bulan menjalani hubungan jarak jauh dengan Mifta, dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada gangguan yang berarti
gue juga sudah enam bulan menyandang gelar Sarjana Psikologi, dan sudah tiga bulan mencoba meraih gelar gue yang baru, yaitu Magister Manajemen. masih tersisa tiga belas bulan lagi sampai gue mendapatkan gelar tersebut

gue gak pernah menyangka, gue akan begitu merindukan ilmu psikologi. setiap kali gue membaca kata "kepribadian", "persepsi", "motivasi", rasanya seperti menemukan kepingan puzzle yang hilang. begitu melegakan hati
gue juga gak pernah menyangka, ilmu organisasi dan industri yang begitu gue pandang sebelah mata kini merupakan bidang yang akan gue pelajari, dan gue geluti, mungkin sampai gue tua nanti
dan gue juga sangat tidak pernah menyangka bahwa hubungan jarak jauh bisa begitu menyenangkan. jarak kini tidak terasa sejahat dulu, entah apa yang merubahnya

masih tersisa tiga puluh hari yang harus gue lewati, dan gue sangat tidak sabar melewati hari hari terakhir tahun 2013, dan menanti kejadian apa lagi yang telah disiapkan untuk gue lalui :)

well, semoga tahun ini merupakan tahun yang menyenangkan untuk kalian, dan semoga tahun depan merupaka tahun yang memberikan kejutan menyenangkan untuk kita semua 

stay alive, and see you later :)

Wednesday, 30 October 2013

jika istrimu seorang psikolog

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai istrimu, satu hal yang pertama kali ingin aku sampaikan. Satu hal yang aku ingin agar kamu tahu, paham, dan selalu ingat. Bahwa aku, tidak bisa membaca pikiranmu. Aku bisa memahamimu hanya jika kamu menunjukkan kepadaku apa yang harus aku pahami. Kita berdua dahulunya orang yang saling tidak mengenal bukan? Jika suatu hari aku belum paham tentang jalan pikiranmu, perasaanmu, persepsimu terhadap sesuatu, keinginanmu. Tolong bersabar, pemahaman butuh waktu. Jika kau bersabar, aku akan setia belajar.
Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai isterimu, satu hal yang aku minta kepadamu. Support, dukungan, motivasi, sudut pandang positif, afeksi. Apapun itu istilahnya. Yang aku inginkan bahwa kamu paham, aku juga manusia biasa yang kadang lemah, kadang murung,  bad mood, down, kecewa, putus asa, kadang bisa kesal dan marah. Dan jika itu terjadi, aku ingin kau selalu hadir disisiku. Nyata ataupun maya. Membantu memperbaiki moodku, meluruskan niatku, memotivasi jiwaku, meredakan amarahku, menerangi kebingunganku. Sekecil apapun itu, aku akan sangat berterima kasih.
Jika suatu hari nanti kamu menemukanku sebagai isterimu, jangan pernah mengatakan ‘kamu kan psikolog!, harusnya…. Aku tahu tentang perkembangan manusia, perkembangan yang berakibat baik dan buruk. Jika perkembangan itu dimulai dari masa dewasa, masa ketika aku kuliah Psikologi. Maka aku yakin aku bisa menjadi manusia yang sempurna untukmu. Tetapi sayang, perkembangan manusia itu dimulai dari sejak kita bayi. Tentu aku mengalami masa-masa buruk, masa-masa yang tidak terlalu mendukung perkembanganku. Masa-masa yang kadang traumatis dan menyedihkan. Masa-masa yang menyisakan unfinished business  dan memberi bekas padaku hingga saat ini. Jangan pernah katakan ya?
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu. Maukah kau mendengarkan konsep-konsep kehidupan berumah tangga yang aku pelajari dan aku pahami? Mendengarkan saja dulu. Tentang komunikasi yang akan kita terapkan, tentang fungsi dan peran masing-masing diri dalam rumah tangga, tentang aturan-aturan yang harus kita jaga dan patuhi. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita mengkonsep dalam mendidik anak. Tentu aku punya pertimbangan secara psikologis dalam semua hal itu. Untuk itu aku membutuhkanmu untuk mendengarkan. Karena aku paham, yang menjalani rumah tangga ini bukan aku, tapi kita. Pun ketika kamu memiliki konsep konsep yang lain, aku sangat mau untuk mendengarkannya.
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu nanti. Tolong jangan terganggu dengan orang-orang yang senang curhat kepadaku. Mereka yang menelpon tengah malam, yang tiba-tiba datang kerumah. Diantara mereka ada yang mungkin klien yang  tidak aku kenal. Namun, diantara mereka mungkin juga teman-temanku sendiri. Diantara mereka, ada yang perempuan juga ada laki-laki. Untuk kau tahu, jika dalam dunia psikologi ada kode etik yang tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan masalah klien, tetapi jika klien itu teman sendiri? Atau teman sendiri yang tidak mendaftar resmi sebagai klien tetapi meminta nasihat sebagai teman yang kebetulan psikolog?  Maka tolong bersabar, jangan terganggu. Aku ingin kamu selalu ada disitu, untuk selalu mengingatkanku.
Jika suatu hari kamu menemukanku sebagai isterimu. Bolehkah aku tinggal dirumah saja? Mendirikan biro konsultasi dengan klien yang sangat terbatas sebagai janji profesiku, karena Aku ingin selalu hadir dalam setiap perkembangan anak-anak kita. Aku ingin selalu ikut campur dalam mengajari moral, emosi, sosial dan intelektual.  Bolehkah aku menjadi guru utama anak-anak kita? Maksudku, mungkin ini sedikit ekstrim. Bolehkan anak-anak kita sekolah di rumah saja? Bersamaku? Jika nanti anak-anak kita berontak dan ingin bersekolah bersama teman-temannya, bisa kita pertimbangkan bukan untuk menyerahkan seluruh perkembangan anak ke lembaga sekolah, tapi hanya untuk perkembangan sosial saja. Aku tidak terlalu berhasrat memiliki anak brilian. Sorry for that. Aku sangat berhasrat agar anak kita memiliki kematangan emosi dan pertimbangan moral yang baik. Aku sudah mempelajari caranya, itu bisa dilatih. Tentu dengan dukungan dan restumu. Jika nanti anak kita tumbuh brilian, itu adalah bonus dari Allah.
Jika kamu menemukanku sebagai isterimu, ketika kita memiliki anak-anak kecil dan remaja, bolehkan kita tinggal di pinggir kota saja? Tidak masalah tinggal di tempat seperti apa. Kota, bagiku tidak baik untuk perkembangan sosial anak kita.
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu, aku ingin kita selalu memiliki waktu, untuk saling memeluk dan diam untuk beberapa saat. Agar aku selalu merasakan keberadaanmu, kaupun selalu merasakan keberadaanku. Dan merasakan detak jantung kita menjadi satu.
——————————————————————————————————
Submitted :
Psikologi - Unversitas Gadjah Mada
diambil dari tumblr Shofa Dzakiah

Tuesday, 1 October 2013

life after graduation

hola.
been a while since my last post wkwkwkw

well, tanggal 29 agustus kemarin gue sudah diwisuda, dan gue pun resmi menyandang gelar S.Psi *meskipun revisi belom ditandatangani*

hidup setelah wisuda cukup menyenangkan.
gue sekarang masuk sekolah lagi, ambil jurusan manajemen.

gak, bukannya lupa sama cita cita jadi psikolog klinis, cuma jalan hidup sedang menggariskan saya untuk mempelajari manusia dari sisi yang satunya, yaitu bisnis dan pasar.
mungkin ini cara Allah mengajarkan keseimbangan, because i never paid attention in this field before wkwkwkw.

gue kembali berkutat dengan angka. yes, statistik dan akuntansi.
belajar tentang kredit dan debit, dan bagaimana mencari balance dari data tersebut.
well, anggep aja lah gue sedang belajar dari secarik laporan keuangan.
laporan keuangan aja bisa balance, masa hidup gue enggak? *kabur sebelum ditimpuk*

kadang suka kangen psikologi, apalagi kalo abis belajar akuntansi
ngeliat temen temen angkatan yang ambil profesi mulai cari op buat kuliah grafologi, or else.
yah, tapi gue kembali mengingatkan diri gue, hidup sedang menggariskan gue ke jalan yang ini, jalan yang mungkin *pasti sih sebenernya* ada artinya sendiri dalam kehidupan gue mendatang.

anyway, mungkin ini postingan terakhir gue sampe entah kapan.
jadwal gue cukup padat, dan ngeblog bukan salah satu yang bisa gue lakukan disela sela waktu gue.
bukannya sombong, tapi gue sedang berusaha mengejar apa yang belum pernah gue dapatkan :)
doakan ya :)

sampai berjumpa di postingan selanjutnya :)

Wednesday, 14 August 2013

until death do us part

...sampai kematian memisahkan kita

sepotong kalimat yang cukup sering didengar saat sedang menghadiri pernikahan, menonton film, atau sedang dalam masa hangat pacaran.
sebuah janji yang begitu manis, seakan kekuatan cinta sedemikian besarnya sampai hanya kematian saja yang mampu memisahkan.

dipisahkan oleh maut.
kesannya ganteng ya bro, romantis gimana gitu.
well, kadang kita lupa memikirkan bagaimana rasanya jadi pihak yang ditinggalkan. terlebih jika pihak tersebut adalah significant other dari almarhum(ah).

kasus paling gres menimpa rachel berry dan finn hudson (males nulis nama asli). dalam dua minggu harusnya mereka menikah, dan finn hudson meninggal. gue gak pernah bisa bayangin gimana rasanya jadi pihak cewenya.
ada juga kejadian senior gue dan junior gue. mereka kecelakaan ditabrak angkot, dan junior gue (pihak cewe) meninggal ditempat. senior gue sampe sekarang masih belum bisa move on, dan sering nge-wall atau mention kangen ke twitter/fb almarhumah
ada juga temen gue, yang ini kebetulan yang paling gue kenal dan gue lihat perkembangan kehidupannya. cowonya kecelakaan motor, dan sampai sekarang keliatan banget dia masih belom bisa move on nya.
dia udah sempet jadian, naksir orang beberapa kali. tapi ujung ujungnya pasti banding bandingin ke almarhum. kadang sering juga sms gue seakan akan sms ke si cowo, saking kangennya. dulu pas masa masa awal ditinggal, sering nelpon gue mewek.

gue suka lupa kalau maut itu datang tiba-tiba. gak pernah milih milih mana yang masih jomblo mana yang udah punya pasangan saat ingin menjemput seseorang.
tapi pasangan yang masih hidup, entah kenapa gue ngerasa sebagian dirinya ada yang akan ikut mati terbawa oleh pasangannya yang dipanggil terlebih dahulu.
mereka gak akan pernah sama lagi. ya, mungkin sebagian ada yang bisa move on, dan menemukan pasangan baru. tapi pasti akan ada beberapa momen yang gak bisa mereka lupain, dan akan selalu kesimpen dihati.

gue gak pernah berharap cinta gue selalu bersama sampai maut memisahkan
kalo boleh, jangan sampai ada pihak yang ditinggalkan, atau setidaknya jangan terlalu lama lah jaraknya *rikues seenak jidat*
mungkin itu alesannya kenapa romeo dan juliet memilih bunuh diri,
mungkin mereka memahami bagaimana sedihnya menjalani sisah hidup tanpa orang yang kita sayang :)

duh, random amat sih gue, siang siang malah ngepos beginian.

Sunday, 9 June 2013

KDP (kekerasan dalam pacaran)

Kekerasan dalam pacaran (disingkat KDP) cukup banyak terjadi dalam relasi pacaran kawula muda saat ini, tapi tak semua menyadarinya. KDP dilakukan oleh salah satu atau kedua pihak dalam pasangan, dan memang lebih banyak dilakukan oleh pria. Makin lama makin meningkat.
Pada saat awal pacaran, ia manis sekali. Ya namanya juga jatuh cinta. Ya di awal-awal hubungan, topeng yg ditampilkan yg paling indah. Setelah rentang waktu tertentu, lapisan topeng makin terbuka dan individu mulai menampilkan wajah aslinya. Umumnya setelah 6 bulan.

Level 1 dari kekerasan dalam pacaran: kekerasan verbal - emosional. Ia mulai marah-marah dgn nada tinggi, mulai membentak dan menghardik. Tanda paling jelas dari kekerasan verbal-emosional adalah penggunaan kata2 kasar, nama2 binatang, atau sebutan merendahkan lain saat marah. Kekerasan verbal-emosional ini bisa berlangsung cukup lama, sehingga korban terbiasa dgn itu bahkan (dlm level tertentu) menganggapnya wajar. Saat pemakluman akan perilaku merendahkan dan mencaci-maki terjadi, kamu sudah berada dlm kuasa si pelaku. Kamu korban KDP.
Level kedua dari Kekerasan dalam pacaran adalah kekerasan fisik. Yang ini lebih menyiksa, dan pengaruhnya pd korban lebih besar. Perilaku dalam kekerasan fisik ini tak serta merta memukul pasangan, melainkan diawali dgn memukul tembok atau melempar barang2. Saat marah/kesal/kecewa, si pelaku melampiaskannya dgn memaki pasangannya, ditambah dgn melempari barang2 semisal gelas, laptop, hp, dll. Saat melempari barang tak lagi memuaskannya, kekerasan fisik ditingkatkan jadi pemukulan. Dipukul dgn koran misalnya, ditampar, dijambak. 
Level tertinggi dalam KDP adalah kekerasan seksual. Jika ini sudah terjadi, sang korban sudah benar2 berada dalam cengkraman kuasa pelaku. Apa kekerasan seksual itu? Mulai dari memegang anggota tubuh seksual pasangan tanpa izin sampai memaksa (bahkan mengancam) berhubungan seks 

Pertanyaan yg sering diajukan pada korban adalah "Kok kamu mau sih digituin? Kok ga pergi saja?" Hanya saja tak semudah itu menjawabnya. Pembiasaan, pemakluman, juga ketakutan, kekhawatiran akan ancaman seringkali menghambat utk pergi dari pacaran tak sehat penuh kekerasan.

Penghambat lain adalah naifnya korban ttg kemungkinan pasangannya berubah jadi baik dan rasa tanggung jawab diri utk membantunya berubah. Kekerasan yg dilakukan satu kali bisa saja khilaf. Dilakukan dua kali, tanda bahaya. Dilakukan tiga kali, itu kepribadian. Sulit diubah 

Hal lain yg menghambat korban utk segera pergi adalah karena perilaku kekerasan dalam pacaran seringkali seperti sebuah siklus berulang. 


Siklus KDP: (1) acting out phase (2)honeymoon phase (3) tension building phase. Lalu berulang lagi: acting out-honeymoon-tension building 

(1) Acting out phase artinya adalah saat perilaku kekerasan itu terjadi: verbal emosional - fisik - seksual. Pelaku bertindak menganiaya kamu. Setelah acting out, pelaku umumnya merasa bersalah (apalagi kalau korban mengancam utk putus) lalu minta maaf, memohon,menangis, dll. Saat korban memaafkan pelaku, meski dgn ancaman "berikutnya kejadian lagi, aku beneran mutusin kamu", pelaku akan masuk fase 2: honeymoon 
(2) Honeymoon phase adalah waktu dimana pasanganmu benar2 menunjukkan penyesalannya. Ia baik, perhatian, beliin macam2, perfect deh. Disaat fase honeymoon, biasanya korban merasa keputusannya tepat utk memberi kesempatan pasangannya berubah, dan ia (tampaknya) emang bisa. 
(3) Building tension phase: fase tenang2 menghanyutkan, memupuk masalah yg jadi cikal bakal akan acting out. Seperti bom waktu menunggu Pada fase ini sebeneranya mulai lagi terlihat perilaku kekerasan dalam pacaran meski tersamar. Maklum, lagi numpuk mesiu buat diledakin. Saat ada trigger tertentu, pelaku akan masuk lagi ada acting out phase: ia marah meledak2, memukul, atau memaksa kamu. Kembali ke titik awal 

Hal yg membuat sedih adalah ternyata korban kekerasan sering menganggap bahwa ia (1)bisa mengubahnya (2)bersumbangsih (3)kasihan pd pelaku Dalam keadaan disakiti pun, umumnya korban kekerasan dalam pacaran masih memikirkan pasangannya yg adalah pelaku kekerasan padanya. Sementara sebenarnya sang pelaku kekerasan hanya memikirkan dirinya sendiri, tanpa pernah memikirkan/menghargai diri pasangannya itu. 


Saya punya nasihat singkat bagi yg menyadari bhw kamu korban kekerasan dlm pacaran: pikirkan diri dan bahagiamu, dan PERGILAH!! Saya punya nasihat bagi kamu yg merasa melakukan kekerasan dlm pacaran pd pasanganmu: minta maaf padanya lalu temuilah konselor. 


Semoga membantu, minimal jadi bahan tambahan pengetahuan bagimu.



diambil dari twitter @bangjeki

---------------------------------------------------------------------------------------------------

intinya sih, bukan kenapa pasangan saya memperlakukan saya seperti ini terus, tapi sampai kapan saya mau diperlakukan seperti ini terus oleh pasangan saya.

semoga info ini berguna untuk wanita wanita di luar sana, yang masih bertahan meskipun sudah mengalami kekerasan, hanya dengan alasan "masih sayang banget".

dan semoga info ini membukakan mata hati wanita wanita korban kekerasan dalam pacaran, bahwa pacar mereka tidak akan pernah berubah, dan akan selalu melakukan tindakan kekerasan lagi lagi dan lagi.

Friday, 31 May 2013

S(kri)Psi !



alhamdulillah, sudah jadi sarjana psikologi :D

Sunday, 21 April 2013

random quotes


i love you in the morning and in the afternoon. i love you in the evening and underneath the moon.
Skidamarink - Muffin Song 



Sunday, 14 April 2013

#FAQ

#FAQ 1
udah lulus?

"belom, lagi proses."

#FAQ 2
semeser berapa?

"sepuluh, tapi sekarang tinggal skripsi doang kok."

#FAQ 3
kapan sidang?

"secepatnya kalo udah beres."

#FAQ 4
gimana mau lulus kalo kamu gak pernah ngerjain skripsi kamu?

*dalem hati* "apanya yang mau dikerjain feedback aja belom adaaaa." *pake mewek*


iya saya masih belum lulus juga.
iya ini lagi diusahain secepatnya.

mohon doanya saudara sekalian yang baik hati dan budiman

Saturday, 16 March 2013

:3

enek sebulan berurusan sama angka dan statistika, eh malah dikasih semangat sama pemain Liverpool.




okesip lulus secepatnya dan segera ke Anfield! 

#gakterimaprotes

Friday, 25 January 2013

curhatan orang yang ditinggal kkn

halo.

tanggal 17 januari kemarin akhirnya gue seminar, dan tidak cukup baik ternyata haha
yaudahlah. 
postingan ini pun sebenernya mau nyeritain yang lain haha, jadi skip aja tentang seminarnya.

jadi begini, hari ini udah hari kesepuluh gue ditinggal ke majalengka sama mifta buat kkn.
well, mengingat pengalaman kkn gue yang gabut dan begitu menyenangkan karena dekat dengan kota dan sinyal semua provider penuh, gue gak mengantisipasi keadaan buruk sama sekali. gue kira keadaan kkn mifta gak jauh beda
ternyata mifta sial, dia dapet desa yang jauuuuuuuuuh banget dari peradaban, dan gak ada sinyal hp.

well, beberapa hari pertama dia sama sekali gak bisa ngehubungin gue, dan gue cuma bisa wondering dia lagi apa, apakah dia baik-baik aja, dan gimana keadaan kknnya disana.
tiga hari pertama jadi tiga hari yang paling berat menurut gue.
mana gue hari kamisnya mau seminar, bikin gue gak fokus belajar banget.
pas rabu sorenya, gue mulai ikhlas kalo mifta gak bisa dihubungin, eh dia tau-tau sms, pake nomer temennya, yang ternyata provider itu kadang-kadang suka ada sinyal disana, tergantung cuaca katanya.
pas dapet sms dari dia, yang cuma nyuruh gue gak usah khawatir, gue gak bisa nahan rasa terharu saking bahagianya, sampe nangis. temen gue yang waktu itu lagi gue perbudak buat anterin ke jatinangor dari bandung, langsung berenti, karena khawatir tau-tau gue nangis.

abis itu mifta mulai ngehubungin gue beberapa kali, pas dia harus turun ke kantor desa, atau turun ke sawah, atau ke pasar *dimana  dia didaulat jadi koor masak di rumah kkn-nya*
pernah juga dua hari gak ada kabar, ternyata emg ujan deres terus katanya.

ada kalanya emang gue kangen banget sampe pengen nyusul kesana buat bangun tower bts biar ada sinyal yang asik buat pacaran, atau segitu kangennya sampe kerjaannya teriak "kangeeeen" per enam belas detik.
apalagi kalo baru dapet sms dari dia, terus tau2 pas bales udah gak delivered, yang mana berarti dia udah gak ada sinyal lagi. rasanya pengen nangis aja lah.

tapi dengan keadaan ini, gue jadi sadar, kalo gue udah sesayang itu sama dia. satu sms dari dia, atau telpon 7 detik abis itu putus dan gak bisa nyambung lagi selalu sukses bikin gue agak berkaca-kaca kesenengan. gue selalu terharu dengan effort dia yang luar biasa untuk tetap bisa ngehubungin gue. kata-kata "maaf baru ngehubungin lagi" selalu muncul, dengan penyesalan yang genuine, padahal gue bahkan gak marah.
gue udah sesayang itu, dan gak mau hubungan ini berakhir hanya karena sinyal. gue udah sesayang itu, dan gue mau menghabiskan masih banyak lagi waktu sama dia.

gue tau gue manja banget, baru jakarta jatinangor aja ngeluh, sekarang jakarta-majalengka juga segininya. gue juga tau gak ada yang tau apa yang akan terjadi nanti setelah gue lulus, setelah dia lulus. mungkin akan ada jarak yang lebih jauh, dan keadaan yang lebih sulit dari ini.

mudah-mudahan gue dan mifta masih bisa menghabiskan waktu bersama, sampe kakek nenek nanti :)

semangat kknnya ya, cepat pulang. aku kangen banget!