Tuesday, 24 June 2014

rise and fall

assalamualaikummmmm
udah lama banget yes sejak terakhir ngepost
*bersihin sarang laba-laba*
ada begitu banyak kejadian yang gue lewati dalam rangka mengejar gelar magister gue.

setengah tahun ini gue belajar begitu banyak.
baik dari bagaimana caranya menghitung value dari uang, pendekatan yang paling tepat untuk memasarkan produk dan jasa, bagaimana prosesnya suatu barang dari raw hingga bisa menjadi produk yang bisa dipakai oleh penggunanya, dan pastinya bagaimana sistem HR yang baik pada suatu perusahaan.
gue juga diberi kesempatan mengembangkan diri gue, mulai dari diberi Buddy yang begitu baik dan perhatian, teman mentoring yang sangat suportif, mentor-mentor yang baik dan sangat mengapresiasi sekecil apapun perubahan dari mentee-mentee nya. gak pernah ada satupun yang menertawakan kegagapan gue dalam presentasi, baik teknik maupun pembuatan slide.
awal tahun juga gue diberi kesempatan untuk outbound, dan menemukan batas kekuatan gue. ternyata gue mampu berjuang sejauh itu, dan yang akhirnya menghalangi gue untuk terus maju adalah diri gue dan ketakutan ketakutan gue.
dari program kuliah gue, gue diberi kesempatan untuk berbagi dengan orang lain yang membutuhkan bantuan. dari program tersebut gue menyadari ternyata hal yang kita anggap kecil bisa begitu berarti bagi mereka. bahwa tidak ada yang namanya terlalu kecil, terlalu sibuk, atau terlalu sulit dalam membantu. jika kita mau membantu, seharusnya semua alasan itu bukan menjadi penghalang.

tapi namanya hidup gak semuanya berjalan dengan baik. ada kegagalan kegagalan yang cukup menyesakan yang gue alami
mulai dari gagal mengikuti kompetisi manajemen di UI, yang hanya karena masalah administrasi.
penentuan pemilihan elektif SDM-pun awalnya gue ambil dengan berat hati, karena bokap sangat tidak menyetujui gue masuk elektif operasi dan produksi, yang menurutnya terlalu berat untuk perempuan, padahal gue begitu menyukai mata kuliah tersebut.
menjadi satu-satunya anggota kelompok yang tidak lulus di salah satu mata kuliah paling penting adalah kegagalan yang paling menyesakkan buat gue. bukan masalah tidak lulusnya, tapi alasan yang membuat gue tidak lulus. ketidaktelitian gue ketika mengerjakan paper, dan ketidakberanian gue menjawab ujian disaat gue bisa menjawab.

yaa... yang namanya jatuh pasti ada momen bangunnya
dari kegagalan ikut MJM, gue jadi lebih hati-hati dalam melihat ketentuan administrasi
dari kegagalan masuk elektif operasi dan produksi, gue belajar bahwa memang benar apa yang kita sukai belum tentu yang terbaik untuk kita. setelah gue jalani elektif SDM, gue bersyukur gue memilih masuk elektif tersebut, karena gue tidak perlu berusaha sesulit teman teman gue yang harus belajar dari nol. latar belakang gue sangat membantu gue memahami pola pikir dan pendekatan pendekatan sdm.
dari kegagalan lulus membuat gue belajar lebih dalam mengenai mata kuliah tersebut, dan membuat gue semakin menyadari bahwa diri gue sendiri lah musuh utama yang harus gue kalahkan pertama kali jika gue mau berkembang

gue harus mampu mengalahkan ketidakberanian gue mencoba hal yang baru, mengutarakan pendapat, menyelesaikan masalah, dan mengatakan tidak ketika gue harus mengatakan tidak. 
gue juga harus mulai bisa mengatur waktu dengan baik, dan mengelola hidup gue agar lebih bermanfaat minimal untuk diri gue sendiri di masa yang akan datang, supaya gak ada lagi kegagalan yang tidak perlu, yang sesungguhnya tidak perlu terjadi.

ya, seperti yang guru konseling di tempat les gue pernah bilang,
untuk mendaki puncak yang lebih tinggi harus menuruni lembah terlebih dahulu.
setengah tahun ini memberikan pelajaran yang sangat banyak, dan semoga setengah tahun sisanya dapat gue lalui dengan baik, sampai gue dapat meraih gelar magister gue :)

be nice, be good, and stay alive :)